Monday, October 26, 2009
Manusia dan Cinta Kasih
Banyaknya bermunculan band-band maupun artis musik/penyanyi di Indonesia yang albumnya laku dipasaran menunjukkan rakyatnya memiliki cinta kasih walaupun itu lebih banyak ditujukan pada lawan jenis (pelet ?) dan menandakan bahwa yang namanya ‘imajinasi lebih berarti daripada ilmu pasti’ berlaku bagi orang Timur. Bila seorang pria mulai merasa cinta kasih terhadap seorang wanita maka umumnya secara psikologis dia akan mulai meninggalkan rasionya dalam berpikir dan mulai masuk pada perasaan. Kaum muda yang jatuh hati biasanya mulai menuangkan perasaannya dalam bentuk tulisan berupa puisi, syair maupun lirik lagu. Dalam hal ini yang perlu diwaspadai bagi kaum laki-laki sepertinya mulai mengalami semacam gejala ‘mental disorder’ (ketidakstabilan jiwa) yang umumnya menimpa kaum wanita. Ketika larut dalam cinta kasih terhadap seorang wanita yang memungkinkan munculnya tindakan perilaku meyimpang seperti alkoholisme, hubungan seksual diluar nikah maupun penyalahgunaan narkotika karena unsur-unsur dasar dari cinta kasih seperti pengasuhan, tanggungjawab, perhatian dan pengenalan tidak berjalan dengan semestinya.
Cinta kasih yang tidak wajar seperti seorang wanita yang patah hati dan merasa benci kepada semua laki-laki akan cenderung melakukan penyimpangan seksual seperti menjadi lesbian dan sebaliknya. Selain itu banyak pula ditemukan kasus-kasus penyimpangan seksual seperti sodomi di daerah-daerah yang ada di Indonesia. Baru-baru ini di Padang sendiri ditemukan kasus sodomi di daerah Indarung yang dilakukan oleh seorang dewasa terhadap seorang anak kecil (pedhofilia) yang bila dikaji dengan teori perilaku menyimpang bisa saja karena kurangnya kontrol lingkungan yang mulai ‘masa’ bodoh’ ataupun karena pengawasan orang tua yang mulai berkurang ketika anak-anaknya pergi bermain dan faktor pelaku yangbisa jadi karena tidak memiliki nilai agama, sakit jiwa maupun trauma pribadi sehingga mau melakukan tindakan tersebut.
Cinta kasih kepada lawan jenis sebaiknya jangan dicampur adukan dengan cinta kasih kepada Tuhan. Sebagai pengamatan dan kritikan dari penulis, ada Band Indonesia yang musiknya beraliran pop rock dan biasanya menyanyikan lagu-lagu bertema cinta kepada lawan jenisnya (sekali lagi, ini pelet ?) dan biasa ditanyangkan ditelevisi-televisi swasta suatu kali membawakan lagu yang bertemakan cinta kepada Tuhan dan menyebut nama Tuhan dalam satu agama mayoritas di Indonesia tersebut yang nanti berpengaruh pada fans/penggemar band tersebut yang terdiri dari berbagai strata sosial dan status sosial dalam masyarakat sehingga mengartikan cinta kasih kepada Tuhannya dengan melahirkan pemahaman keagamaan tersendiri yang cenderung bersifat sesat dari ajaran agama yang asli seperti tidak melaksanakan ibadah/shalat dalam kehidupan sehari-hari tanpa merek sadari bahwa kesenian yang mereka konsumsi tersebut bisa saja telah dimasuki unsur politik. Status seseorang sebagai artis di Indonesia (yang penampilannya bisa disaksikan lewat layar kaca hendaknya membawa pengaruh baik dalam masyarakat Indonesia yang umumnya masih bersifat metafisik dan umumnya belum cukup untuk mengkonsumsi kebutuhan primernya (tayangan di televisi yang sering menayangkan kelas atas dan gaya hidupnya seringkali menimbulkan semacam gap dalam masyarakat). Hal tersebut dimaksudkan agar mereka tidak melakukan tindakan-tindakan bodoh (atau malah ‘pembodohan?’) terhadap masyarakat yang mengidolakannya seperti misalnya dalam hal percintaan dan cinta kasih cenderung menggunakan pelet, pemikat, guna-guna yang diminta kepada paranormal dan cenderung mengenyampingkan peran Tuhan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment