Tuesday, December 15, 2009

TIDUR

TIDUR



“Betapa beruntungnya manusia yang bisa menikmati tidurnya!”. Mengapa tidak? Tidur yang memang sebuah anugerah dari Tuhan tidak akan bisa di buat-buat oleh kecanggihan akal dan pikiran manusia. Seperti misalnya, dengan terapi menghitung domba putih yang melewati sebuah tali dari 1, 2, 3, 4,….dan seterusnya sampai mata seseorang mengantuk. Bagaimana dengan orang yang tidak bisa matematika alias ‘buta angka’, tentu hal tersebut tidak bisa diterapkan untuk mengatasi masalah sulit tidurnya dan begitu pun dengan orang yang terlalu pintar menghitung tentu dalam hitungannya tersebut, dia melihat ada domba putih yang warnanya mendadak menjadi kehitam-hitaman saat matanya mulai mengantuk dimana hal tersebut tentu akan mengacaukan jumlah hitungannya tadi. Begitu pun dengan cara mengkonsumsi obat-obatan bagi penderita insomnia yang - bisa jadi - semacam tindakan yang tidak efisien bagi semua orang.

Dalam tidur, semua yang ‘memperbaiki’ terjadi. Otak yang pusing karena bekerja atau pun memikirkan sesuatu, bisa hilang, sehingga tidak perlu meminum obat-obatan yang belum diketahui zat kimianya baik bagi tubuh atau pun tidak. Dalam hal ini kita bisa membayangkan kalau dalam keadaan tidur tersebut, virus pusing tadi perlahan-lahan mencair karena si otak tadi diistirahatkan sewaktu tidur. Begitupun dengan organ-organ tubuh lainnya, semuanya seakan-akan diperbaiki lagi selama manusia tersebut tidur.

Tidur tidaklah sama dengan tertidur. Karena kata tidur murni di dapat manusia -secara nalurinya - sebagai manusia dan merupakan anugerah Tuhan untuknya, sedangkan tertidur bisa jadi disebabkan oleh sesuatu yang berasal dari luar keinginan manusia yang tidur tadi. Seperti seseorang yang di suntik bius untuk di operasi sehingga dia tidak bisa merasakan sakitnya di operasi oleh dokter ketika dia dalam keadaan tertidur tersebut. Begitupun seseorang yang di samperin dan ditepuki tangan oleh “Dedy Corbuzier”, “Romy Rafael” dan ahli-ahli terapi hipnotis lainnya ketika di ucapkan “Tidur!” oleh mereka, berkemungkinan besar akan tertidur namun mereka tidaklah tidur karena tidur yang terjadi oleh para ahli hipnotis tersebut bukan atas kehendak yang tertidur namun karena ‘proyek’ si ahli hipnotis tadi yang mengetahui dan menguasai kondisi alam bawah sadar mereka saat itu. Jadi, tidur merupakan sebuah anugerah dari Tuhan yang memang kenikmatannya tidak bisa dibeli oleh apapun juga dan wajib di syukuri.



Snn,141209