Monday, October 26, 2009
KERJASAMA DENGAN KAPITALIS
Sebagai manusia biasa siapa sich yang tak butuh uang? Dari yang berstatus rendah, menengah sampai atas, pokoknya butuh uang sehingga jangan seperti lagunya Usi Sulistyawati; "Ada Uang Abang Sayang" dimana secara tak langsung menggambarkan bahwa dengan uang segala interaksi akan menjadi positif walaupun dipandang negatif sebelumnya.
Berhubungan dengan kapitalisme yang dalam sebuah kebudayaan merupakan pencari keuntungan sejati untuk mengakumulasi modalnya sehingga bisa diartikan uang untuk uang dan secara subjektif bukan uang untuk kesenagnan. Hal tersebut sering membuat seorang kapitalis mengalami anomi dalam peribadinya saat berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain karena unsur subjektifitasnya terhadap orang lain dikuasai oleh uang dan modal yang ada dihadapannya pada saat itu.
Berhumanistis dengan kapitalis karena statusnya yang memang butuh uang mengkin bisa menjadi semacam teori untuk bekerjasama dengan mereka, karena modal dan kreatifitas yang sering menonjol pada diri mereka namun bila diamati secara sepintas sering tak memiliki sisi humanistis terhadap situasi dan kondisi individu dalam masyarakat apalagi masyarakat di negara yang sedang berkembang. Usaha patungan, koalisi (bila berteman dekat) maupun kooptasi muingkin bisa menjadi bentuk kerjasama dengan kaum kapitalis lalu bisa dengan tawar-menawar kalau peran atau status yang diperjuangkan sebelumnya sudah dapat diraih sehingga secara humanistis ada yang dihargai oleh kaum kapitalis.
Snn, 241207
12:30 sg
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment