Monday, October 26, 2009

MANTERA

MANTERA



Berdasarkan kamus lengkap Bahasa Indonesia modern, mantera berarti perkataan atau kalimat yang dapat mendatangkaan daya gaib; jampi atau pesona. Dalam hal ini mantera berkaitan erat dengan hal-hal mistik dan berhubungan dengan ajaran animisme atau kepercayaan terhadap roh-roh yang ada di luar ajaran agama yang membudaya pada masyarakat primitif. Mantera sering dipergunakan orang untuk mencapai hal-hal yang diinginkannya lewat perkataan atau kalimat yang diucapkan baik lewat lisan maupun dalam hatinya.

Bila di tinjau dari ilmu Sosiologi, hal tersebut merupakan bentuk paham negativisme yang berarti ketidaknyataan atau khayalan dimana lewat mantera yang diucapkan, orang berharap apa-apa yang diinginkannya bisa terealisasikan tanpa adanya usaha dengan sikap yang dilakukan berupa aktivitas atau tindakan yang sifatnya konvensional atau jelas.

Hal tersebut bisa dimisalkan dengan seorang pria yang menyenangi seorang wanita (“Oh lihat cewek itu…dia begitu seksi, membuat gue ingin bercinta dengannya, tapi…sialan! Gue belum mampu untuk menikahinya!”). Lewat mantera yang diucapkannya secara tidak langsung dia menginginkan agar si wanita tersebut juga menyenanginya dan bisa menjadi miliknya tanpa adanya usaha yang jelas, misalnya dengan berinteraksi memperkenalkan diri kepada si wanita tersebut sehingga terjalin komunikasi yang bersifat positif.

Begitu juga dengan seorang pedagang yang menginginkan agar dagangannya menjadi laris manis. Lewat mantera atau pun kiat yang dipercayainya dia menginginkan agar pembeli selalu membeli barang dagangannya tanpa adanya tindakan yang jelas seperti lebih bersifat ramah tamah kepada pembelinya, meningkatkan mutu dan kwalitas barang dagangannya serta lain sebagainya.

Mantera berkembang luas dalam masyarakat pada tahap metafisik tanpa pengetahuan yang ada dan masih bersifat taklid atau menurut, tunduk atau percaya begitu saja pada kata orang. Untuk menuju menjadi individu atau masyarakat yang bersifat positif atau kenyataan, ketidak khayalan maka individu dalam masyarakat tersebut perlu mengurangi kepercayaannya terhadap mantera.



Sls, 120906 8 mlm

No comments:

Post a Comment