Sunday, January 17, 2010

SYARI’AH YANG MERAKYAT

SYARI’AH YANG MERAKYAT

Syari’ah sebagai sebuah ideologi merupakan penerapan dari nilai-nilai agama terutama agama Islam. Dalam hal ini syari’ah lebih banyak dijumpai dari sisi ekonomi dimana penerapan nilai - cara menjalankan kegiatan ekonomi “mencari uangnya” - berbeda dengan cara-cara biasa (Konvensional); bila biasanya seekor ayam mencari makan dengan ceker dan patoknya namun sekarang ayam tersebut sudah bisa merias dirinya dengan memakai make-up a la dunia ayam dalam mencari rezekinya.
Dalam hal ini, syari’ah akan ”berusaha” mencoba untuk mempromosikan dirinya ke dalam berbagai aspek perekonomian (Bisnis) dengan tetap mengedepankan idealismenya yang didasari nilai-nilai dalam agama Islam. Nilai-nilai ini sebaiknya haruslah apa-apa yang menjadi penting dalam Islam itu sendiri (“Rahmatan ‘lil’alamin”) ketika menjalankan aksi bisnisnya dan bukan malah menjelekan citra Islam itu sendiri saat melakukan tindakan ekonominya. Hal tersebut bisa dicontohkan, ketika misalnya sebuah Bank yang menerapkan prinsip syari’ah mempromosikan dirinya melalui media-media yang populer ditengah-tengah masyarakat sehingga masyarakat banyak menjadi tahu akan keberadaannya dan berusaha mencari informasi mengenai produk perkreditan dari bank bersangkutan. Dari penelusurannya (“Tentu saja tidak bisa dikekang!”) diketahui bahwa bunga standar angsuran kreditnya sebesar, misalnya, 12,5%/tahun. Ketika dia berminat dan ingin menjadi pengguna kredit dari bank bersangkutan, dia pun mengontak marketing maupun orang-orang yang tersangkut paut dengan bank tersebut dan dia mendapatkan informasi bahwa bunganya 13%/tahun dalam waktu yang sama dimana dia mendapatkan informasi mengenai jumlah bunga kredit sebelumnya. Hal ini tentu saja akan menurunkan citra baik dari bank bersangkutan dimatanya karena memberikan informasi yang tidak pasti. Hal seperti ini sepatutnya perlu dihindari bagi lembaga-lembaga keuangan yang menerapkan prinsip syari’ah. Sekian…

170110
08.15

No comments:

Post a Comment